Mending Basah Kuyup atau Nggak?
- Huir
- 22 Jun 2020
- 3 menit membaca
Kalo misalnya kita bicara tentang destinasi wisata air pasti kamu langsung kepikiran dengan pantai atau air terjun, kan? Nah, pantai maupun air terjun juga memiliki daya tariknya sendiri-sendiri. Pantai dengan deburan ombaknya yang menenangkan dan desiran angin yang menyejukkan, sedangkan air terjun dengan nuansa alam nya yang misterius dan gemericik air yang jatuh melewati bebatuan membuat siapa saja yang mengunjunginya ingin merasakan diguyur oleh air yang jatuh tersebut. Nah, salah satu destinasi wisata air terjun yang berada di Provinsi D.I.Yogyakarta adalah air terjun Sri Gethuk.
Air terjun Sri Gethuk sendiri tepatnya berada di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Ya, selain pantai yang sudah terkenal akan keindahannya, Kabupaten Gunungkidul juga memiliki banyak destinasi wisata seru lainnya seperti air terjun Sri Gethuk ini. Dulu pada tahun 2015 salah seorang temanku, sebut saja namanya Ecek, memberi tahu aku dan kedua temanku yang lain tentang air terjun yang terdapat di Gunungkidul dan memiliki pemandangan yang indah apabila dilihat dari foto-foto yang tersebar di media sosial. Kedua temanku yang lain sebut saja Tiandi dan Igun. Karena tertarik akhirnya kami pun segera menyusun rencana untuk pergi kesana.
Pada waktu itu kami menempuh perjalanan melalui jalur Imogiri, Kabupaten Bantul. Nah, seperti yang bisa kamu duga, kami nyasar entah kemana-mana karena salah membaca peta dan juga dulu belum banyak tanda yang tersebar untuk menuju kesana. Tapi tenang saja, kalo sekarang udah ada kok papan penanda jalan apabila kalian melalui jalur Wonosari hingga sampai ke Playen. Nah, untuk sampai ke lokasi air terjunnya sendiri terdapat dua jalur. Pertama dengan melalui Sungai Oyo menggunakan rakit, sedangkan yang kedua adalah dengan berjalan kaki melewati hutan, menyusuri sungai, dan menuruni beberapa anak tangga. Mana yang kami pilih? Tentu yang lebih murah! *anak kost mode on*
Pada saat aku sampai disana hal pertama yang ingin kulakukan adalah MAIN AIR BROO! Tapi salah satu kebodohan yang aku lakukan adalah tidak membawa baju ganti! Iya, gak bawa baju ganti. Gimana bisa mau main air kalo gak bisa ganti baju sesudahnya?! Masa iya baliknya harus naik motor sambil basah-basahan diterpa angin diiringi lagu dan musik india?!
Tum Paas Aaye, Yoon Muskuraaye
Tumne Na Jane Kya, Sapne Dikaaye
Abh To Mera Dil, Jage Na Sota Hai
Kya Karon Hai, Kuch Kuch Hota Hai
Oke plis jangan dibaca sambil nyanyi gaes.
Akhirnya kuurungkan lah niat untuk bermain air. Kecewa berat. Namun, ada hal yang menarik perhatianku waktu aku lagi ngerendam kaki di cekungan air. Di cekungan tempat jatuhnya aliran air tersebut terdapat sebuah pelangi yang kecil tapi bagus banget akibat dari percikan-percikan air yang membiaskan cahaya matahari. Selain itu air tersebut juga sangat bersih yang ditandai dengan adanya serangga dengan nama ilmiah Aquarius remigis syn. Gerris remigis yang berseluncur dengan riang di atas permukaan air. Berkejar-kejaran dengan temannya.
Air terjun Sri Gethuk atau biasa dikenal juga dengan air terjun Slempret mengalir jatuh dari sebuah tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter (atau 50 meter ya?) tepat di sebuah cekungan yang tidak terlalu dalam. Air terjun ini menurut beberapa sumber berasal dari tiga sumber mata air. Mata air tersebut adalah Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul. Kemudian setelah melewati cekungan, aliran air mengalir menuruni undakan bebatuan langsung ke badan sungai Oyo. Air terjun Sri Gethuk sendiri berada tepat di samping sungai Oyo. Aku menyarankan apabila kamu ingin pergi ke Sri Gethuk sebaiknya dilakukan ketika musim kemarau atau paling nggak cuaca sedang cerah sehari sebelumnya. Karena air di sungai Oyo akan terlihat lebih jernih dibandingkan dengan ketika musim penghujan.
Selain itu kalo kalian ingin melakukan kegiatan lain selain menikmati dinginnya air di kaki kalian maka terdapat berbagai macam hal yang bisa kalian lakukan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyusuri aliran sungai Oyo dengan menggunakan rakit atau bisa juga melakukan body rafting dengan menggunakan pelampung yang tentunya lebih seru kalo bersama dengan teman-teman. Menurut temanku ada juga kegiatan turun dari tebing dengan menggunakan tali di bawah guyuran air terjun yang memberikan sensasi tersendiri.
Nah, bagian pesan moral kali ini adalah āPlis, kalo misalnya kamu ingin berkunjung ke wisata air, plis banget, bawa baju ganti!ā. Kamu gak mau kan menyia-nyiakan momen diguyur air yang menyegarkan setelah perjalanan jauh? Jadi, mending basah kuyup atau nggak? Wisata air sih paling asik emang kalo main air! (?) Btw, kamu lebih suka ke pantai atau ke air terjun nih?
Yok sharing juga pengalamanmu dengan menulis komentar di bawah!










Wah jadi pengen basah-basahan juga.. :D