top of page

Kebun Teh Nglinggo? Gak Bikin Melongo!

  • Gambar penulis: Huir
    Huir
  • 17 Jun 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun 2020

Ada gak sih dari kalian yang kalo jalan-jalan senengnya lihat yang hijau-hijau? Nah, salah satu destinasi wisata yang menyajikan pemandangan alam yang menyegarkan salah satunya adalah kebun teh. Bayangin aja, hamparan pokok-pokok pohon tanaman teh yang membentang luas bak permadani hijau sejauh mata memandang. Suasana sejuk daerah dataran tinggi, tempat yang ideal untuk pertumbuhan tanaman dengan nama ilmiah Camellia sinensis itu. Jadi, cerita kali ini adalah tentang perjalanan ke kebun teh yang berada di Provinsi D.I. Yogyakarta.


Saya lupa tepatnya seperti apa, yang pasti waktu itu kami berempat berencana untuk pergi ke kebun teh. Kebun teh yang berada di Dusun Nglinggo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Lebih tepatnya hamparan kebun teh ini berada di Perbukitan Menoreh dan satu-satunya yang terdapat di sana.


Jalan yang kami tempuh waktu itu belum pernah kulalui sama sekali. Jadi kami putuskan untuk menggunakan aplikasi peta yang sangat canggih yaitu G**gle Maps. Mohon maaf harus disensor. Oiya, sebelumnya perkenalkan dulu ketiga teman yang ikut menemani perjalananku ini yaitu Tiandi, Ecek, dan Andin. Nah, berhubung seperti biasa tugasku adalah membonceng temanku si Tiandi ini, maka Tiandi yang bertugas untuk membaca aplikasi mahacanggih yang memerlukan koneksi internet ini. Setelah semuanya siap, aplikasi pun dinyalakan dan kita berpatokan menggunakan Gma*s dengan Tiandi yang bertugas memberitahu kemana arah kami selama perjalanan agar tiba selamat sampai tujuan. Semuanya kami pasrahkan kepada Tiandi.


Pada awalnya semua berjalan dengan lancar jaya! Tapi semua berubah ketika sinyal ngadat dan keberadaan kami pada aplikasi tersebut menunjukkan arah yang berputar-putar tanpa tujuan!


ā€œBelok kiri di persimpangan, belok kiri lagi, kemudian belok kiri lagi, lalu di persimpangan berikutnya belok kiri lagi. Yak, anda telah sampai di lokasi tadi!ā€, Suara mbak g**gle begitu jelas terdengar.


*Tepok jidat*.


Kemudian diputuskanlah navigator berikutnya, Andin, untuk menunjukkan arah selanjutnya. Semua berjalan lancar hingga akhirnya kami tersesat di perkebunan teh atau bukan, entah saya lupa, yang pasti itu bukan destinasi yang ingin kami tuju. Singkat cerita nampaklah tulisan ā€œDesa Wisata Nglinggo +2 Kmā€ dengan tanda panah ke arah kanan. Jalanan semakin menanjak dengan perubahan temperature yang dingin sejuk dengan cuaca yang mendung. Kemudian motor kami diberhentikan dan diharuskan untuk parkir di tempat yang disediakan karena katanya di atas sudah tidak ada tempat parkir. Sebagai informasi tarif parkir dulu berkisar antara 3000-5000 Rupiah.



Sisa perjalanan kami lakukan dengan berjalan kaki. Namun di tengah jalan hujan mulai turun dari langit seperti tidak sabar untuk bertemu dengan kami. Kami pun berlari menuju warung terdekat sebelum cuaca semakin tidak bersahabat. Nama warung tersebut kalau tidak salah adalah Warung Kopi Bu Yanti. Tehnya Enak. Setelah hujan mulai reda kami bergegas keluar untuk mencari spot berfoto sambil menikmati udara khas dataran tinggi yang sangat menyegarkan. Kebun teh Nglinggo ini berada sekitar 800 meter di atas permukaan laut.



Puncak yang kami datangi adalah sisi sebelah barat, Namun sayangnya aku baru tau kemudian kalau ada puncak di sisi sebelah utara yang bernama Puncak Kendeng dan Puncak Dempok. Menurut cerita temanku, di sisi sebelah utara menyuguhkan pemandangan yang berbeda dibandingkan puncak sebelah barat. Di sisi sebelah utara kamu bisa menyaksikan panorama delapan gunung yang terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Delapan gunung tersebut adalah Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Ungaran, Sumbing, Sindoro dan Prau. Apabila kamu berniat untuk kesana ada baiknya singgah juga di puncak sebelah utaranya.



Sialnya kami hanya sebentar menikmati suasana tersebut karena kabut mulai turun. Jadi, kalau kamu ingin ke Nglinggo usahakan jangan mendekati senja maupun musim hujan, karena ada kemungkinan resiko sambaran petir dan tidak puas menikmati pemandangan yang ada. Ohiya, Jangan lupa pula untuk mengenakan pakaian yang hangat kalo kamu tidak tahan menghadapi udara dingin ya.



Ada gak pesan moral dari cerita ini?Apa ya? Oh, ini aja! ā€œPilihlah provider internet yang sinyalnya kuat dan usahakan navigator kalian dapat membaca peta anti nyasar yakā€.

Btw, kamu juga suka pemandangan kebun teh?


Yok sharing juga pengalamanmu dengan menulis komentar di bawah!

Komentar


© 2020 by CERITA CUAP-CUAP. Proudly created with Wix.com

bottom of page